Anda mungkin kagum menyaksikan aksi mentalis Deddy Corbuzier saat mengendarai motor keliling Kota Jakarta dengan mata tertutup beberapa waktu lalu. Atau penampilan para pesulap yang jitu menebak angka dari kartu remi. Kalau melihat hal yang sama dilakukan sejumlah remaja di Malang, aksi Deddy dan para master magician di televisi terasa biasa.
Nur Aulia misalnya. Remaja SMP di Cirebon itu dengan gampang menebak warna dengan mata tertutup. Nah, tugas Aulia menunjukkan warna yang dimaksud dengan memainkan permainan kubus rubik. Hanya dalam hitungan detik, warna pun tertebak.
Tak hanya itu, Aulia dapat mengurutkan kartu remi sesuai warna dan angka, serta lancar membaca buku juga dalam keadaan mata tertutup rapat. Ada pula Farel, bocah berusia lima tahun yang dapat mengetahui nominal uang kertas beserta nomor serinya, juga dengan mata tertutup.
Mereka adalah alumni dan peserta Genius Mind Consultancy, salah satu program peningkatan daya ingat lewat otak tengah.
“Prinsipnya memperbesar kapasitas otak agar anak bisa lebih fokus dan konsentrasi,”
terang Agus Kaidun salah seorang trainer di sela workshop di Guest House Universitas Brawijaya, Minggu (10/1).
Agus meyakinkan, tidak ada unsur hipnotis, magis atau supranaturan dalam metode ini, karena semuanya ilmiah dan paduan dari beberapa games. Buktinya, hanya kurang dari dua hari, para peserta bisa beraktivitas dengan mata tertutup.
Soal penggunaan kartu remi dalam training ini, kata Agus, hanya untuk ilustrasi, bukan untuk mengajari anak kelak menjadi pesulap atau penjudi. Alasannya, tujuan utama program ini hanya untuk memudahkan anak dalam belajar. “Program ini sebagai pembuka jalan saja, setelah itu tergantung orang tua anak masing-masing, mereka yang lebih berhak untuk mengarahkan ,” tandas Agus.(Surya)
dimana alamat pelatihan itu ?