Pengumpan:
Tulisan
Komentar

10 Kejanggalan Kasus Gayus

10 fakta kejanggalan yang terjadi dalam pengungkapan skandal mafia pajak dengan tersangka pegawai pajak Gayus HP Tambunan Versi ICW :

Pertama, Gayus dijerat pada kasus PT SAT dengan kerugian negara Rp 570.952.000, dan bukan pada kasus utamanya, yaitu kepemilikan rekening Rp 28 miliar, sesuai dengan yang didakwakan pada Dakwaan Perkara Pidana Nomor 1195/Pid/B/2010/PN.JKT.Sel.

“Pemilihan kasus PT SAT diduga merupakan skenario kepolisian dan kejaksaan untuk menghindar dari simpul besar kasus mafia pajak yang diduga menjerat para petinggi di kedua institusi tersebut. Kasus PT SAT sendiri amat jauh keterkaitannya dengan asal muasal kasus ini mencuat, yaitu kepemilikan rekening Rp 28 miliar milik Gayus,” kata Donald.

Dikatakan Donald, pernyataan ini sulit dibantah karena secara faktual beberapa petinggi kepolisian, seperti Edmon Ilyas, Pambudi Pamungkas, Eko Budi Sampurno, Raja Erizman, dan Kabareskrim dan Wakabareskrim, hingga kini tidak tersentuh sama sekali. Padahal, dalam kesaksiannya, Gayus pernah menyatakan pernah mengeluarkan uang sebesar 500.000 dollar AS untuk perwira tinggi kepolisian melalui Haposan. Tujuannya, agar blokir rekening uangnya dibuka. Lanjut Baca »

Banyak orang yang ingin mendapat bentuk tubuh yang ideal tapi tentunya tak ingin merasakan lapar. Anda bisa mencoba diet tanpa lapar dengan mengonsumsi buah pepaya.

Pepaya telah lama dikenal untuk manfaat kesehatan. Pada tahun 1875, dokter Inggris TP Lucas, memulai sebuah rumah sakit di Brisbane, Australia, yang mengobati pasien dengan pepaya. Lanjut Baca »

Alasan Riedl Pecat Boas

Pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl mengungkapkan dengan gamblang alasan mencoret Boaz Solossa dari skuad timnas Piala AFF.

Pelatih asal Austria itu mencoret Boaz bukan karena hanya mangkir dari pelatnas terakhir, melainkan penyerang Persipura Jayapura itu ternyata kerap bersikap indisipliner dalam beberapa sesi latihan.  Lanjut Baca »

Prahu Naga Sambar Emas

Kontingen Indonesia akhirnya meraih medali emas pertama dari cabang olahraga perahu naga  nomor 1.000 meter putra Asian Games 2010 yang berlangsung di Dragon Boat Lake di Zengcheng, China, Kamis (18/11/2010).

Di tempat yang sama, atlet putri Indonesia mempersembahkan medali perak, juga pada nomor  1.000 meter. Lanjut Baca »

Siapa yang tidak kenal dengan nama Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo. Pondok pesantren yang berdiri di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, dikenal tak hanya umat Islam di pelosok tanah air tapi juga mashyur hingga negara tetangga.

Sejumlah cerita pun mengiringi berdirinya ponpes tersebut. Dari kisah nyata hingga berbau mistis pun beredar dari mulut ke mulut.

Pondok Pesantren Lirboyo didirikan oleh KH Abdul Karim tahun 1910 atau 100 tahun silam. Sejumlah peninggalan sang pendiri itulah yang saat ini banyak diceritakan memiliki kisah unik berbau mistis, satu diantaranya adalah Masjid Lawang Songo. Dinamakan seperti itu karena memiliki 9 pintu pada bangunannya, yang tersusun masing-masing 3 di bagian depan dan di sisi kanan dan kiri bangunan.

Masjid Lawang Songo dibangun bersamaan dengan dimulainya pendirian pesantren. Saat ini kondisinya sudah sangat berbeda dengan saat pertama kali didirikan, yang ditandai dengan terbentuknya 3 bagian, masing-masing ruang utama Masjid Lawang Songo, serambi kuning dan kantor muktamar berupa serambi dengan keramik warna hitam.

“Dinamakan serambi kuning karena ubinnya warna kuning, itu dibangun zamannya KH Mahrus Ali dan KH Marzuki Dahlan. Beliau adalah putra KH Abdul Karim. Sedangkan yang kantor muktamar dibangun sekitar 8 tahun lalu,” jelas Ahyar, salah seorang santri Ponpes Lirboyo kepada detiksurabaya.com, Jumat (19/11/2010).

Ahyar mengatakan, di Masjid Lawang Songo inilah sejumlah cerita mistis Pesantren Lirboyo dimulai. Diantaranya adanya perasaan ramai pada diri setiap orang yang menginjakkan kakinya di dalam masjid, meski di saat bersamaan kondisinya sedang sepi. “Itu bukan rahasia lagi, karena termasuk saya juga sering merasakannya,” tuturnya.

Ketika mengenai asal muasal kejadian tersebut, Ahyar tidak bisa memberikan penjelasan. Informasi yang didapat dirinya dari sejumlah seniornya ada perasaan aneh yang dirasakan setiap orang dalam Masjid Lawang . Banyak santri merasa ada ‘santri lain’ di Ponpes Lirboyo.

“Di Lirboyo ini kan santrinya tidak hanya dari yang kasaran, tapi juga golongan halus, makanya saya sebut santri lain. Ya percaya nggak percaya ini memang nyata, ustadz juga mengakui kalau ada santri dari golongan itu,” ungkapnya tanpa mau menjelaskan tentang santri golongan halus tersebut.

Masjid Lawang Songo bagi ribuan santri Lirboyo tak hanya dikenal karena adanya kisah misteri tersebut, melainkan juga sebagai ‘penasehat’ kasat mata. Hampir semua santri sungkan melaksanakan salat berjamaah apabila dilakukan melebihi jadwal salat.

Di Lirboyo sendiri banyak santri yang terkadang tak bisa menjalani salat berjamaah, karena jadwalnya berbenturan dengan jam belajar di ibtidayah, tsanawiyah, aliyah hingga diniyah.

“Biasanya kalau telat jamaah ya salatnya di serambi, karena ada perasaan sungkan untuk masuk ke dalam masjid. Aneh memang, dan ini sebenarnya tidak ada dalam aturan pondok,” pungkas Ahyar.(detik.com)

 

Air Sumur Sembuhkan Penyakit

Detik.Com Hampir sama dengan sejumlah pesantren tua di Jawa Timur, Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri konon dibangun dengan bantuan makhluk halus. Salah satu buktinya dapat dijumpai dari sumur tua yang hingga saat ini ada di bagian barat Masjid Lawang Songo.

Bangunan sumur tua yang cukup diistimewakan. Keberadaannya cukup bersih dan berbeda dengan sumur lain yang ada, serta dilindungi dengan pagar tembok setinggi pundak orang dewasa.

“Ini memang ada perlakuan beda, karena santri rajin bersih-bersih disini. Ini juga sengaja dipagari, meski sebenarnya sumur ini masih digunakan,” ungkap Ahyar, salah seorang santri di Ponpes Lirboyo, saat berbincang santai dengan detiksurabaya.com, Jumat (19/11/2010).

Perlakuan istimewa pada sumur tua ini, menurut Ahyar memang cukup beralasan. Konon, sumur itu merupakan sarana yang digunakan pendiri untuk bisa mendapatkan material dalam pendirian pondok. Kayu yang merupakan bahan dasar diakui didapatkan dari dalam sumur tersebut.

“Ceritanya memang begitu. Dari sini bisa keluar kayu, yang kami sendiri tidak tahu bagaimana asal muasalnya,” tutur Ahyar.

Sumur tua di Lirboyo ini juga diistimewakan karena airnya bisa dimanfaatkan untuk obat segala macam penyakit yang menyerang pesantren. Hal ini sudah dibuktikan, termasuk saat pagebluk sempat menyerang awal November 2010 ini.

“Caranya ya langsung diminumkan airnya. Itu sampai sekarang masih dilakukan kalau ada santri yang sakit,” kata Ahyar.

Selain sebagai sumber penghasil material pendirian pondok dan obat segala macam penyakit, sumur tua juga diyakini memiliki sumber yang terhubung langsung ke sumur zam-zam di Mekah, Arab Saudi. Dari itu air sumur tua sangat diyakini memiliki manfaat lain, salah satunya pengusir jin yang merasuki santri.

“Kejadian seperti itu pernah terjadi, ketika salah seorang satri kesurupan dan langsung sadar saat disiram air. Air sumur ini juga merupakan satu-satunya yang digunakan untuk memandikan jenazah, jika ada santri yang meninggal saat mondok,” pungkas Ahya

Rumah Andre Taulani di Jl. Gelatik Atas RT 04/RW 09, Kelurahan Renggas, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, dilempari telur dan kembang yang dibungkus kain putih, Kamis (11/11) dinihari. Andre Taulani di Tangerang, Kamis (11/11), mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB saat dirinya baru saja ingin tidur setelah selesai pulang dari syuting OVJ di Surabaya. Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.